Pecinta Buku, Kuliner dan Jalan-jalan Perjalanan dan pengalaman akan menjadi momen berharga saat disimpan melalui tulisan dan lensa.

Tuesday, April 25, 2017

Kupanggil Senja

Detik ini, engkau deklarasikan tentang sebuah rasa. Rasa fatamorgana yang seolah ada. 


Ribuan detik lalu, engkau membawa pergi potongan hatiku. Engkau terbangkan. Menyusup di garis langit 

Kini terhenti pada satu titik, yang bernama semu. 

Terima kasih telah pernah hadir, dalam bingkai cinta yang bernama fana. 

Aku tidak menyesal pernah bertemu denganmu. Sejatinya, tidak ada yang hadir dalam hidup kita tanpa skenario-Nya. 

Terima kasih kau pernah membebat luka di hati. 

Meski kini tanpa engkau sadari, darah segar sudah mengalir meski semu. Itu yang disebut luka tak berdarah. 
Aku bersyukur, jarak yang memisahkan. Setidaknya membekap relung tuk berjumpa. Tentang harapan itu (?)

Masukkan dalam makam abadi. Biarlah dia sampai lebih dulu membelah angkasa. 

Tentang anganku, biarkan tenggelam dalam rantai waktu yang melesat cepat. 

Aku menyadari. 

Seindah-indahnya mutiara, akan sulit tuk digenggam. Harus menyelam ke dasar lautan. 

Engkau mutiara hitam yang jarang kutemukan. Tapi, aku sadar. Aku tidak bisa menyelam hingga palung samudera. 

Biarkan kutitipkan rindu pada riak gelombang laut.

Biarkan kuhanyutkan rangkaian yang tak pernah hadir pada buih ombak. 

Biarkan aku menekur bersama sepi. 

Biarkan aku menatap jauh dalam mimpi.

Biarkan saja. 

Dituturkan atau tanpa diutarakan, rindu itu masih tersemat. 

Bergumul dalam berkas cahaya yang pelahan redup.

Kupanggil ... Senja. 

Ikut tenggelam bersamamu. 
#Situbondo24417

#BaiqCynthia 

Monday, April 17, 2017

[MINI REVIEW] Gabbar is Back~Sinopsis Film India (2015)

 [MINI REVIEW] Gabbar is Back~Sinopsis Film India (2015)

Kematian adalah mutlak milik semua orang. Tapi, berbeda jika mereka satu persatu mati digantung di depan publik. Bersama catatan hitam selama hidupnya. 

 
sumber: indiatoday.in

Seseorang yang memiliki duka terdalam, jangan anggap kecil, remeh, tak memiliki kekuatan. Bisa jadi singa yang lapar meraung lebih dasyat. Bisa jadi kucing yang ekornya terinjak akan mencakar dan menggigit. 

Setiap apa yang diperbuat ada kalanya menemukan karma. Hanya pasir waktu yang memunculkannya. Hal yang tak mungkin bagi kebanyakan orang bisa jadi paling mungkin di satu hati. Percayalah, keadilan paling mutlak hanya di hari Perhitungan nanti.

Gabbar adalah sebutan untuk seorang lelaki yang mampu mereformasi negara, dari yang gendut dengan tikus berdasi. Pegawai negeri, pemerintah, dan perangkat kerja lainnya. Harusnya melindungi masyarakat, mengayomi orang tak punya. Menyokong mereka yang butuh pertolongan. 

Bukan sebaliknya, menjadi raja hutan yang memakan warganya sendiri. Tak ubahnya seperti binatang. Tak punya akal pikiran. 

Gabbar memiliki masa lalu yang suram. Setelah muncul jati diri baru, prinsip yang tak bisa dipatahkan. "Tidak ada kata: Maaf." 

Gabbar bukanlah seorang teroris yang menutup identitas. Gabbar juga bukan seorang politisi. Yang pandai berargumen. Gabbar tidak takut dengan siapapun. Pejabat tertinggi takluk dalam genggamannya.

Satu kata jika ada korupsi, "Gabbar is Back!"

Reviewer: Baiq Cynthia