Membaca Itu Hobiku

​Pertama kali suka membaca, sejak bisa membaca dengan lancar. Waktu kelas 1. Suka sekali membaca buku pelajaran, karena saat itu majalah anak tidak mudah didapat di kota kecilku. Hampir semua buku pelajaran aku baca. Paling suka buku bahasa Indonesia. Karena banyak dongengnya. Masih ingat cerita si Bonu yang sakit gigi karena makan es krim dan banyak permen. Atau kisah burung beo yang bisa bicara. Sempat membuat kliping waktu kelas 3. 
Ternyata Nenekku berpikir buku lama tidak akan terpakai. Jadi, beliau menjual. Sedihnya. Padahal itu buku satu-satunya. 
Pertama kali bisa baca majalah. Waktu kelas 4. Itu pun oleh-oleh Mama dari Bali. Lebih tepatnya punya adikku. Hihi. 

Sekarang sukanya malah cerita anak. Seperti yang baru tuntas dibaca 40 Putri Terhebat, Bunda Terkuat. Oh iya, Aku juga suka membaca nyaring agar Nenekku mendengarkan. Nenekku tidak beruntung seperti Nenek yang pernah aku temui. Beliau tidak bisa membaca aksara latin. Namun, Alhamdulillah bisa membaca aksara arab. Meskipun sudah dibantu belajar membaca. Dia lebih suka membaca kitab suci. 
Aku pun tidak sedih. Walaupun dulu tak punya literatur bacaan. Sekarang sudah banyak sekali. Mulai dari membeli buku bazar, diberi hadiah oleh seseorang, ikut Give Away, diberikan kenang-kenangan penerbit, maupun kegiatan penulisan.

 Senang sekali bisa membaca. Membaca membuatku bisa bertemu orang baru. Mengenal dunia baru. Bisa mengenal sisi penulis dari bukunya. Juga membaca menambah dunia dalam benakku. 

Bagiku membaca tak hanya tentang text, membaca bisa melalui cerita pengalaman orang lain. Maupun melihat lingkungan sekitar. Membaca membuat kita peka. Setidaknya membaca menambah bahan untuk bercakap dengan orang baru.

Impianku, ingin mempunyai perpustakaan sendiri yang bisa dibaca banyak orang. Tak ada yang bisa membuatku terpesona selain melihat buku. Mencium aromanya juga membaca. 

Tetapi, hadirnya E-book, aplikasi membaca (Ijakarta, Scoop, dll) membuat bacaanku semakin banyak. Rasanya aku ingin lebih lama lagi, bercengkrama dengan bacaan. 

Kapan-kapan saya ulas tentang asyiknya membaca digital. ☺

M E M B A C A 

M E M B U K A 

C A K R A W A L A 

D U N I A

(BAIQ CYNTHIA)

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

2 comments

  1. Salam, Chyn... Eh, orang Malang juga ternyata. Aku tahu akun twitter kamu di akun pak Edi Akhiles. Iseng ku klik profilnya, menarik ada penulis-pwnulisnya dan ada blog jadi aku mampir😆siapa aja yang ada alamat blog pasti membikin aku mampir.

    Soal membaca, aku masih belajar nih... Belum militan. Tapi, aku ingat sekali cerpen sastra pertama yang ku baca waktu usia 9 tahun, Manusia Kamar tulisannya SGA. Waktu itu, ibuku yang bawa kumcernya, diem-diem ikutan baca.

    Sejak itu, aku mulai beralih dari majalah anak-anak ke bacaan-bacaan ibuku.

    Aku juga baca e-book, tapi ya... Rasanya ketika dapat kado atau kasih kado buku cetak itu lebih gimana gitu rasanya😂e-book nggak ada baunya apa...

    ReplyDelete
  2. Hehehe salam kenal poppy senang banget udah mampir di Blog aku. Hihihi jujur 3 hari aku malah habiskan waktu buat baca.
    Sampai nulisnya keteteran.

    Tapi, ngelihat komentar kamu. Jadi semangat nulis lagi deh. Oh iya cita-cita kamu apa?

    Memang pengalaman masa kecil itu indah banget. Hehe. 😂😂

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan sempatkan memberikan komentar. Saya akan memberikan umpan balik dan berkujung kembali pada blog Anda.

Popular Posts